
Kids Self Development

Kids Self Development adalah suatu program TK Laboratorium Percontohan UPI Kampus Tasikmalaya yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dalam diri anak, program ini melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan serta pihak-pihak terkait. kegiatan yang terintegrasi dengan kurikulum. Dengan adanya kegiatan Kids Self Development pada satuan lembaga TK, di harapkan dapat menjadi wadah untuk penyaluran energi positif.
Tujuan diadakannya Kids Self Development :
1. Sebagai wadah pengembangan bakat anak;
2. Melatih kemandirian dan tanggung jawab anak;
3. Belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama teman sebaya;
4. Belajar bekerja sama dan team work;
5. Sebagai sarana refreshing yang mendidik;
6. Membangun pembentukan karakter anak;
Salah satu kegiatan KSD adalah Pramuka Prasiaga, Sejak ditemukannya Pramuka oleh Lord Baden Powell tahun 1906 kepanduan (kepramukaan) telah berperan penting terhadap tersedianya wadah pembinaan generasi muda. Melalui pembinaan kepramukaan generasi muda dibentuk agar lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, dengan gemblengan yang menitikberatkan pembinaan watak (character building).
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah menempatkan gerakan kepanduan sebagai salah satu komponen perjuangan bangsa. Kepanduan aktif dan memiliki andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepanduan juga menjadi wadah pembinaan guna membentuk rasa kebangsaan dan kepahlawanan yang menelurkan para pejuang bangsa yang tampil di depan menegakkan kemerdekaan, berjuang mempertahankan dan mengisinya.
Era globalisasi meniscayakan kesiapan seluruh bangsa di dunia untuk beradaptasi dan berkompetisi. Peranan pendidikan termasuk didalamnya kepramukaan sangat penting guna menyiapkan anak bangsa menghadapinya. Pendidikan sepanjang hayat patut diwujudkan karenanya pendidikan tidak dimulai dari usia 7 (tujuh ) tahun, tetapi sejak dini anak-anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan termasuk didalamnya penanaman nilai–nilai disiplin, kemandirian, kebangsaan dan nilai lainnya.
Golongan Pramuka sebagai peserta didik yang saat ini ada terdiri atas Siaga ( 7- 10 tahun), Penggalang (11-15 tahun), Penegak ( 16-20 tahun) dan Pandega (21-25 tahun). Tantangan globalisasi mendorong Gerakan Pramuka perlu mengakomodir usia yang lebih muda yakni dibawah 7 tahun. Tumbuh dan berkembangnya Pendidikan Anak Usia Dini patut menjadi dorongan adanya inovasi Gerakan Pramuka dalam turut mensukseskannya. Karena itu tersebutlah istilah “prasiaga” mewakili penyebutan anak-anak yang mengikuti kegiatan kepramukaan dibawah usia Siaga.

Prasiaga adalah potensi strategis yang layak mendapat perhatian semua komponen bangsa yang ingin meletakkan pondasi karakter anak bangsa. Pembinaan prasiaga sangat strategis untuk mendukung sistem rekruitmen Gerakan Pramuka sejak dini. Dengan adanya pembinaan prasiaga, maka Gerakan Pramuka secara internal mendapatkan ketersediaan calon-calon Pramuka Siaga di kemudian hari yang telah memiliki pondasi pengetahuan dan pengalaman kepramukaan selama aktif mengikuti kepramukaan prasiaga.
Secara eksternal Pembinaan prasiaga turut serta memberikan pelayanan pendidikan kepada anak bangsa dan masyarakat khususnya mensuskseskan Pendidikan Anak Usia Dini untuk tersedianya generasi yang lebih baik sesuai dengan tujuan nasional.
Secara faktual, kegiatan prasiaga telah ada dilingkungan TK Laboratorium Percontohan UPI Kampus Tasikmalaya, khususnya yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal pra sekolah seperti Taman Kanak-kanak (TK). Kegiatan yang mereka lakukan selain merupakan pemanfaatan metode kepramukaan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran sesuai kurikulum TK/ RA juga dilandasi keyakinan bahwa kegiatan kepramukaan mampu menanamkan nilai-nilai positif seperti kemandirian dan sebagainya dalam suasana “bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain” dengan efektif. Namun, dengan belum dimilikinya standard pengelolaan maka penyelenggaraan kepramukaan prasiaga berlangsung secara apa adanya tidak dalam suatu sistem yang lebih makro, terarah, terpadu dan berkesinambungan.
Rabu, 22 Januari 2020 Pramuka Prasiaga TK Lab. UPI Telah melaksanakan kegiatan Outbound Scout Touring Class) bekerja sama dengan UPI Kampus Tasikmalaya. Pertama kita melakukan kegiatan persiapan serta senam ceria di papgi hari, di lanjutkan dengan mengunjungi museum SR (Sakola Rakjat) dimana didalam museum tersebut terdapat berbagai jenis peninggalan bersejarah dari mulai alat-alat belajar jaman dulu sampai alat makan jaman dulu, anak-anak senang dapat melihat dan merasakan suasana duduk menjadi murid jaman dulu. Kegiatan dilanjutkan dengan membuat Finger Painting menggunakan cat warna, celoteh dan canda tawa anak renyah sekali. Selang Snack Time kegiatan terahir yaitu Outbound yang dilaksanakan di area kampus, anak-anak sangat antusias sekali, apalagi di tambah dengan pertunjukan musik dari UKM TMC, menambah kesenangan anak pada hari itu. Kegiatan di akhiri dengan mandi secara bergiliran serta berdoa pulang. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara tersebut, semoga di kemudian hari kita dapat bercengkrama kembali.
(Opi & Sri)



