
PENUTUPAN KKN UPI DAN UNSIL DI KOTA TASIKMALAYA
Selasa pagi pukul 09.00 WIB tanggal 22 Agustus 2017 bertempat di Gedung Balai Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan kegiatan Penutupan Kegiatan KKN Mahasiswa UPI dan UNSIL. Pada kesempatan tersebut, penyerahan mahasiswa kepada pihak kampus dilakukan oleh Sekretaris Wali Kota Tasikmalaya. Kemudian penutupan atau penarikan kembali mahasiswa UPI dilakukan oleh Wakil Direktur UPI Tasikmalaya dan Mahasiswa UNSIL dilakukan oleh Ketua LPPM Universitas Siliwangi. 
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Mahasiswa baik dari UPI maupun UNSIL memaparkan program yang telah dilaksanakan di Kota Tasikmalaya dan rekomendasinya. Perwakilan mahasiswa dari dua universitas menyampaikan terkait analisis terhadap Kota Tasikmalaya sesuai dengan bidang keilmuannya, untuk UPI mengusung tema POSDAYA Pendidikan. Sedangkan mahasiswa UNSIL mengusung tema Daya Beli.
Kedua universitas tersebut menyampaikan rekomendasi yang ditujukan untuk pihak terkait mendatang. UPI sebagai kampus Pendidikan tetap berkomitmen memajukan Indonesia dalam bidang Pendidikan, termasuk Kota Tasikmalaya. Perwakilan Mahasiswa UPI, Latif Sidik Gumelar menyampaikan rekomendasinya terkait program – program yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan mendatang. “Harapan dari program yang telah dilaksanakan yakni, Kota Tasikmalaya mampu menjadikan wilayahnya sebagai Kota Ramah Anak. Maksudnya adalah menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai Kota yang nyaman, menyenangkan, sehat, dan mendukung terhadap proses belajar anak di kehidupan sehari-harinya. Selain itu, untuk kedepannya manajemen pelaksanaan KKN haruslah lebih terstruktur dan terarah” Tuturnya.
Dengan berbagai rekomendasi yang telah disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, Pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya dari BAPEDA menanggapi terkait penyampaian rekomendasi mahasiswa. “Memang benar bahwa pelaksanaan KKN selanjutnya haruslah terstruktur dan terarah sehingga solusi dari permasalahan yang ada pun akan semakin cepat dan tepat ditemukan. Maka dari itu, perlu diadakan FGD bersama Perguruan Tinggi untuk mendiskusikan terkait program dan manajemen KKN selanjutnya.” Selain hal itu, beliau menyampaikan bahwa lokakarya atau penyampaian capaian hasil pelaksanaan program KKN haruslah dilaksanakan secara berjenjang dari mulai kelurahan, kecamatan, hingga kota.
(Elis Solihati)




