
Igel Dayeuh Kaheman
Tari kreasi nusantara adalah tarian yang mengalami perkembangan dari pola-pola tarian nusantara yang telah ada. Tari kreasi nusantara bertolak dari tari tradisional nusantara. Susunan tari kreasi tidak terikat pola dan tidak terikat oleh suatu aturan yang baku, sehingga koreografi dan teknik gerak tari kreasi dapat disesuaikan dengan tema. Sesuai tema yang diangkat pada kali ini adalah tema “Kearifan Budaya Lokal” yang berarti Keanekaragaman budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Di samping itu, keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan, maksudnya meskipun dalam setiap daerah memiliki tarian khas tapi tidak menutup kemungkinan harus berani mengkolaborasikan dengan tarian daerah lain.
Seperti halnya dalam tarian “Igel Dayeuh Kah?man” ini yang menceritakan lima orang mojang yang sedang bermain melalui tarian mereka memperkenalkan “payung geulis” yang dijadikan sebagai icon Kota Tasikmalaya, sebagaimana kita ketahui bahwa kini kota Tasikmalaya pun terkenal dengan batiknya, itulah sebabnya dalam tarian ini ada peragaan atau gerakan anak-anak sedang membatik. Walaupun demikian kita tidak lantas cepat merasa kaya dengan kebudayaan daerah setempat, ada ciri khas daerah budaya lain yang patut kita lestarikan. Oleh karena itu, ada beberapa gerakan yang memang diadopsi dari daerah minang, jawa, dan bali. Maksudnya agar anak-anak agar senantiasa terus bisa mengembangkan budaya nusantara seiring peningkatan teknologi ke arah kehidupan modern serta pengaruh globalisasi, warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Hal ini perlu dicermati karena warisan budaya dan nilai-nilai tradisional tersebut mengandung banyak kearifan lokal yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dan seharusnya dilestarikan, diadaptasi atau bahkan dikembangkan lebih jauh. Intinya sebagai anak muda yang ingin melesatraikan budaya Nusantara jangan sampai “tong hilap nyaaaaaa” terhadap Budaya daerah sendiri, Tasik yang Kaya akan budaya ini harus tetap dicintai dan dibanggakan sesuai arti dari tarian “Igel Dayeuh Kah?man” ini lewat tarian kita bisa mencintai negara kita Indonesia.
Jum’at 20 Oktober 2017, bertempat di lingkungan kampus Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No.229 Kota Bandung, SD Lab School UPI Kampus Tasikmalaya menampilkan Tarian “Igel Dayeuh Kah?man” dalam rangka menyambut Dies Natalis UPI yang ke 63 tahun. Dengan para penari :
• Eldinar Putri Latifa
• Aqeela Zaini Asanri Gunawan
• Fathiya Khairunnisa N
• Beningkara Putri Santoso
• Belva Salvia Putri Devanny
Tarian ini merupakan penampilan dari ekstra kulikuler SD Lab School dengan Pembina Ria Arista Budhiarti, S.Pd.
( Dian Rosdiani )




