
PAGELARAN SENI "DRAMA PENGADILAN" BEM REMA UPI KAMPUS TASIKMALAYA
Senin, 10 Oktober 2016
"Jangan Menonton, jika anda takut! Jangan takut jika anda menonton!"
Tagline tersebut setidaknya membuat penasaran, apalagi dengan foto yang terpampang di banner yang berlatarbelakang sosok manusia yang berbalut kain putih menambah kesan mistis dan seram, hasil 2 bulan berproses akhirnya akan dipentaskan di depan apresiator.
Seperti biasa, event tahunan ini diprakarsai oleh Mahasiswa PGSD dan PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya yang tergabung dari 5 ormawa yakni Teater Cagur, Aksara, TMC, D'Krest, Mapakraya dengan media partner Sakola Rakjat. Tidak lupa, drama pengadilan ini disutradarai oleh Alumnus UPI Kampus Tasikmalaya, Arif Faturrahman, S.Pd.
Sebelum ditampilkan di Gedung Amphiteater UPI Bandung, Tim "Drama Pengadilan" melaksanakan pementasan reguler yang diadakan selama tiga kali di Aula UPI Kampus Tasikmalaya. Pertama pada hari minggu tanggal 9 Oktober 2016 pukul 15.30 sampai 17.00 dan pukul 19.00 sampai 21.00. Serta dihari berikutnya, tepatnya 10 Oktober 2016 pukul 19.00 sampai 22.00.
Kesan mistis dan mencekam sangat terasa ketika akan memasuki aula tempat pementasan, replika tengkorak yang berfungsi menambah kesan angker digantung di pintu masuk turut membawa apresiator ke suasana seram.
Setelah sambutan dari pimpinan produksi Diki Kurniawan dan Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. H. Nandang Rusmana, M.Pd., pementasan "Drama Pengadilan" dengan naskah karya Amang S. Hidayat dimulai. Suara dari alat musik tradisional dan paduan suara mulai terdengar, narator yang berada dalam siluet membacakan puisi tentang manusia di dunia.
Drama pengadilan ini mencoba menceritakan mengenai pengadilan di dunia lain yang akan manusia singgahi setelah meninggal dan menuangkannya lewat visualisasi drama dengan aliran satir-komedi. Diawali dengan adegan suasana pengadilan yang terdiri dari hakim, jaksa 1, jaksa 2, pengawal 1, dan pengawal 2. Kemudian ada dua manusia yang berbeda kepribadian, mereka adalah Joni bin Jack Jon yang suka mabuk-mabukan dan Ahmad bin Zakaria yang senang mengaji. Mereka tengah ditentukan amalan-amalannya ketika di dunia.
Gerakan teatrikal, berbagai tarian, drama, dialog pada adegan, alunan musik pengiring, serta puisi yang membuat suasana larut, dengan tata lampu (lighting), tata panggung (stage), dan tata suara (sound) yang apik mewarnai pementasan drama pengadilan. Dengan penyelesaian yang tak diduga-duga, pementasan ini sukses membuat penonton larut dalam berbagai emosi.
Apresiator berhasil dibawa kedalam suasana komedi maupun suasana angker nan seram. Namun, merasakan pula unsur perenungan diri akan makna dari pementasan ini, "Luar biasa, alur ceritanya memang benar membuat kita menjadi merenung. Apakah nanti setelah kita mati dan dihidupkan untuk dihisab akan menjadi sosok Joni ataukah Ahmad?" kata salah satu apresiator.
Pementasan Drama Pengadilan di UPI Kampus Tasikmalaya telah dilaksanakan, Tim pagelaran seni akan kembali berlayar dan menyampaikan makna, pesan, nasihat, dan berbagai lainnya melalui pementasan "Drama Pengadilan" di UPI Bandung. Tentunya dengan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat kampus UPI Tasikmalaya, Tim Drama Pengadilan dengan gagah mempersembahkan kreatifitas dan dedikasinya demi mengharumkan kampus tercinta.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhai Tim "Drama Pengadilan". Aamiin.
-Aa-
Sumber:http://bem-remaupikampustasikmalaya.blogspot.co.id/



