
Talk Show Anak Berkebutuhan Khusus
Rabu, 31 Mei 2017 tepatnya pukul 15.30 WBBI di Aula UPI Tasikmalaya telah berlangsung obrolan inspiratif dan edukatif Talkshow Istimewa Anak Berkebutuhan Khusus dengan kajian khusus seputar anak tuna rungu di Kota Tasikmalaya yang diselenggarakan oleh Mahasiswa PGPAUD Angkatan 2014 sebagai tindak lanjut perkuliahan dari gabungan mata kuliah berikut: Mata Kuliah Hak dan Perlindungan Anak, Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, dan Bimbingan & Konseling yang diampu oleh Elan, M.Pd., Gilar Gandana, M.Pd., Drs. H. Sumardi, M.Pd., Tri Lestari, M.Pd. dan Dr. H. Nandang Rusmana, M.Pd. Acara tersebut dihadiri oleh 360 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Acara tersebut berlangsung hingga pukul 17.45 WBBI dan dilanjut dengan buka bersama.
Tema kegiatan tersebut yakni “Wujudkan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Layak Anak Istimewa Berkebutuhan Khusus”. Alasan penyelenggara mengangkat tema tersebut karena dirasa bahwa pemerintah memang belum optimal dalam menyediakan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Sehingga diperlukan informasi otentik dari narasumber yang tepat.
Kegiatan tersebut menghadirkan enam narasumber yaitu Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya Eki Sirojul Baihaqi, S.H, M.H., Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs. H. Tedi Sutedi, M.Pd., Tenaga Ahli Bimbingan dan Konseling Prof. Dr. H. Cece Rakhmat, M.Pd., Guru SLBN Tamansari Kota Tasikmalaya Rahmat Syafi’, M.Pd., dan Anak Istimewa Tunarungu berprestasi Abdul Maulana beserta Ayahanda dan pemandu talk show Elis Solihati dari Lab. PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya.
Narasumber anak istimewa berprestasi Abdul Maulana menunjukkan bakatnya dalam melukis saat acara berlangsung. Ia juga menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi menggunakan isyarat. Berbagai prestasi telah ia raih hingga menghantarkannya pada tingkat Nasional dan Asia Tenggara.
“Talkshow ini sangat mengesankan karena narasumber cukup lengkap menyoroti berbagai aspek, seperti perlindungan dan hak anak, bimbingan dan konseling, serta sistem pendidikan anak berkebutuhan khusus yang belum didapatkan di bangku perkuliahan serta Anak Istimewa .” Tutur Hanna Dina Briliana sebagai salah satu peserta.
Harapan setelah kegiatan tersebut yakni setiap komponen masyarakat memperhatikan, mendukung terhadap anak berkebutuhan khusus sehingga prestasinya akan semakin meningkat dan membanggakan Tasikmalaya sebagai kota kelahirannya.








