
Manajemen Konflik dan Problem Solving

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan organisasi. Anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.
Pemateri terakhir di hari pertama LKM PGPAUD ini sangat luar biasa. Mendapat antusias yang cukup menjadi bahan bincangan panitia dan peserta karena pematerinya cukup jauh, dengan segudang prestasi. Pemateri asal Kalimantan Barat atas nama Junai, mahasiswa UPI fakultas FIP jurusan PGPAUD angkatan 2014. Kegiatan pematerian ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019 di Ruang Auditorium lantai III UPI Kampus Tasikmalaya jalan Dadaha No. 18 Kota Tasikmalaya.
Ia menyampaikan konflik merupakan sebuah pertentangan yang serius. Sedangkan masalah merupakan harapan yang bertolak belakang dengan kenyataan dan biasanya timbul dari diri manusia itu sendiri. Unsur yang mempengaruhi hal tersebut adalah hati dan pikiran. Ketika, hati dan pikiran tidak sejalan maka itu masalah dan masalah tidak dapat dihindari. istilah “conflict” dalam bahasa aslinya berarti suatu “perkelahian, peperangan, atau perjuangan” yaitu berupa konfrontasi fisik antara beberapa pihak. Arti kata itu kemudian berkembang menjadi “ketidaksepakatan yang tajam atau oposisi atas berbagai kepentingan”. konflik sebagai persepsi mengenai perbedaan kepentingan (perceived divergence of interest) atau suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat dicapai secara simultan. Konflik dapat terjadi pada berbagai macam keadaan dan pada berbagai tingkat kompleksitas. Konflik merupakan sebuah duo yang dinamis.
Seperti halnya rumus fisika bahwa beban sama dengan kemampuan. Jadi, semua beban yang terjadi pada diri tidak akan malampaui batas kemampuan. Seperti halnya dalam pandangan sudut Islam di dalam Al-Qur’an Q.S Al-Baqarah ayat 226 yang artinya “ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan....” . Manajemen konflik sangat berpengaruh bagi anggota organisasi. Pemimpin organisasi dituntut menguasai manajemen konflik agar konflik yang muncul dapat berdampak positif untuk meningkatkan mutu organisasi.
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.
Adapun peyebab beban tersebut dirasa berat adalah diantaranya tidak mempunyai standar kebahagiaan juga tidak bersyukur.
Berikut ada beberapa hal yang dapat dijadikan solusi untuk meringankan masalah :
1. Memperluas hati dan pikiran
2. Menciptakan dunia sendiri
3. Bersyukur
Output materi ini adalah terbinanya peserta menjadi calon pemimpan yang mempunyai kepribadian baik dalam memimpin pada masa kini dan masa yang akan datang.
(Fanny Risanti Rachmawati)



