
Agent of Change

Mahasiswa mempunyai peranan penting dalam mengubah sejarah kebangsaan dan perjalanan demokrasi di Indonesia. Catat saja bagaimana peranan mahasiswa mampu merubah wajah perpolitikan saat ini dengan gerakan reformasinya. Jauh beberapa tahun kebelakang kita mengenal angkatan gerakan kemahasiswaan dengan segala momentum sejarah kebangsaan di tanah air. Mahasiswa berasal dari kata maha yang berarti besar, agung dan siswa yang bearti orang yang sedang belajar di institusi, dalam hal ini pendidikan tinggi. Dari definisi tersebut mahasiswa memikul tanggung jawab besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai kaum muda terdidik yang harus sadar akan kebaikan dan kebahagiaan masyarakat hari ini dan masa depan.
Dengan sifat dan watak yang kritis, ketajaman intelektual, indenpendensi, serta energy yang besar, kelompok mahasiswa selalu identic dengan perubahan social di masyarakat. Oleh karena itu, sejarah mencatat dimana kaum pemuda khususnya mahasiswa memegang peranan penting dalam tonggak perubahan negeri ini. Sebagai anak bangsa yang secara social mendapat kesempatan lebih dibandingkan dengan saudaranya yang lain, mahasiswa menjadi penggerak utama dalam banyak dimensi perubahan social politik di tanah air pada masanya. Aktivitas mahasiswa yang merambah wilayah yang lebih luas dari sekedar belajar di perguruan tinggi inilah yang kemudian popular dengan sebutan gerakan mahasiswa.
Materi ini disampaikan pada kegiatan LKM PGPAUD yang diselenggarakan oleh HIMA PGPAUD pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 di Ruang Auditorium lantai III UPI Kampus Tasikmalaya jalan Dadaha No. 18 Kota Tasikmalaya. Pemateri adalah Presiden UPI Kampus Tasikmalaya periode 2017/2018, Yusuf Maulana Abdul Karim, S.Pd.
Ia menyampaikan bagaimana seharusnya menjadi mahasiswa. Mahasiswa merupakan aspirasi bagi rakyat. Pergerakan mahasiswa sangat disegani. Jika ada aspirasi rakyat yang belum terpenuhi maka itu merupakan tugas mahasisa untuk memulai pergerakan. Mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya. Dengan harapan bahwa suatu hari mahasiswa dapat menggunakan disiplin ilmunya dalam membantu pembangunan Indonesia untuk menjadi lebih baik kedepannya.
Mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah ke arah lebih baik. hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelek yang cukup bagus dan cara berpikir yang lebih matang, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah.
Mahasiswa sebagai penjaga stabilitas lingkungan masyarakat, diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang ada. Bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang menyimpang dari norma yang ada, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan. Mahasiswa sendiripun harus punya moral yang baik agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan juga harus bisa merubah ke arah yang lebih baik jika moral bangsa sudah sangat buruk, baik melalui kritik secara diplomatis ataupun aksi.
Setelah beberapa menit menyampaikan materi dilanjut dengan aksi. Peserta sebagai mahasiswa yang akan melakukan aksi kemudian panitia menjadi aparat pemerintah juga sebagai wali kota tasikmalaya. Aksi berlangsung begitu ramai, peserta menyampaikan beberapa isu yang kini sedang dialami di kota tasikmalaya, mengenai isu sosial juga ekonomi.
Aksi selesai ketika panitia yang menjadi wali kota sudah menandatangi apa yang mereka tuntut. Output materi ini adalah terbinanya peserta menjadi calon pemimpin bagi dirinya atau orang lain di masa sekarang atau yang akan datang.
(Fanny Risanti Rachmawati)



