
Pendidikan Jalanan dengan metode Storytelling
Story telling merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana menanamkan nilai – nilai pada anak yang dilakukan tanpa perlu menggurui anak sang anak ( Asfandiyar, 2007:2 )
Story telling merupakan suatu proses kreatif anak – anak dalam perkembangannya dan imajinasi anak yang tidak hanya mengutamakan kemampuan otak kiri tetapi juga otak kanan.
tujuan dari Story Telling adalah
1. Menumbuhkan jiwa patriotisme
2. Melatih daya tangkap dan daya konsentrasi anak didik.
3. Melatih daya pikir dan fantasi anak.
4. Menciptakan suasana senang di sekolah.
5. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti
disamping memiliki tujuan, story telling juga mempunyai beberapa manfaat, diantaranya;
1. Memberi kesenangaan, kegembiraan, kenikmatan mengembangakan imajinasi anak.
2. Memberi pengalaman baru dan mengembangakan wawasan anak.
3. Dapat memberikan pemahaman yang baik tentang diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka
4. Dapat memberi pengalaman baru termasuk di dalamnya masalah kehidupan yang ada di lingkungan anak
5. Anak belajar berbicara dalam gaya yang menyenangakan serta menambah pembendaharaan kata dan bahasanya
Salah satu program dari KKN Posko 20 di Ciwasmandi Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu adalah Pendidikan Jalanan, di dalam pendidikan jalanan ada gerakan storytelling, gerakan itu untuk menstimulus daya imajinasi anak dengan cerita-cerita menarik. Kegiatan ini berlangsung setiap hari pada pukul 16:00 s.d 17:30 bekerja sama dengan pengurus Smart Home yang diketuai Deni.
(Kontributor : Renita Yudia)





