
Gerakan Maghrib Mengaji KKN UPI Kampus Tasikmalaya
Gerakan Maghrib Mengaji yaitu suatu gerakan untuk membudayakan kegiatan membaca Alquran setelah shalat Maghrib di kalangan masyarakat baik diperkotaan maupun pedesaan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya mengaji saat maghrib yang sebenarnya sudah mengakar jauh di Indonesia. Bahkan kenangan masa kecil kita pasti mengantarkan suasana setelah maghrib adalah waktu khusus yang penuh barokah untuk belajar dan mengaji. Namun sayang kegiatan ini semakin lama semakin hilang dan ditinggalkan oleh masyarakat terutama anak-anak dan para remaja seiring dengan perkembangan zaman modern saat ini.
Dengan Gerakan Maghrib Mengaji ini diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan oleh lima ‘layar’. Kelima layar itu adalah layar televisi, telepon seluler (ponsel), internet, komik, dan majalah. Biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton televisi pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah shalat maghrib itu seringkali dikalahkan oleh televisi salah satu dari lima layar tadi. Hal ini tentu sangat merugikan bagi generasi muda yang mengalami dekadensi moral sehingga menimbulkan kemerosotan akhlak ,kasus kenakalan remaja dan sikap pragmatis serta mencuci otak remaja sehingga lupa akan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab.
Kebiasaan maghrib mengaji bisa di jadikan sarana transfer ilmu ataupun komunikasi antara orang tua dengan anak sehingga terjalin keakraban di dalam keluarga karena kegiatan mengaji maghrib banyak membawa dampak yang sangat positif bagi pembinaan akhlak masyarakat khususnya anak-anak dan para remaja.
Adapun manfaat mengaji ditinjau dari berbagai aspek memberikan dampak yang luar biasa, diantaranya :
1. Aspek afektif, mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat anak menjadi lebih peka terhadap sifat keTuhanan, anak sadar akan keberadaan Zat yang Maha Besar,
2. Aspek kognitif, dengan menghafal surat pendek atau membaca susunan ayat Al-Quran dengan susunan tertentu atau menterjemah akan memperkuat struktur otak akan kemampuan mengingat dan menggunakan daya nalar,
3. Aspek psikomotorik, membaca Al-Quran dengan tekanan dan lafal tertentu akan memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah.
Dari manfaat-manfaat diatas secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji dapat menanamkan nilai-nilai ajaran Al Quran pada seluruh komunitas masyarakat Islam, merubah dan membina akhlak anak-anak dan para remaja. Gerakan Masyarakan Maghrib mengaji merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak. Apalagi, munculnya berbagai macam aliran sesat dan sempalan di Indonesia akibat dari kekosongan dakwah di masyarakat. Akibatnya, rusaknya akhlak dan moral generasi muda dan maraknya aliran sesat itu dimanfaatkan oleh sebagian kelompok. Gerakan Masyarakat Maghrib mengaji dapat menjadi solusi bagi pendidikan karakter anak-anak
Selain beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan, KKN UPI Kampus Tasikmalaya Kelompok 10 juga melaksanakan kegiatan rutin yaitu ngawuruk / mengajar mengaji pada kegiatan Maghrib Mengaji anak-anak di masjid Kelurahan Sumelap Kecamatan Sariwangi Kota Tasikmalaya setelah solat berjama’ah maghrib. Dengan adanya kegiatan ini, guru ngaji di masjid sangat terbantu karena jumlah anak yang begitu banyak sedangkan guru yang mengajar hanya satu orang. Selain mengajarkan membaca Iqro dan Qur’an anak-anak juga belajar menghafalkan surat-surat pendek dan do’a sehari-hari.
(Kontributor : Hanna Dina Briliana)




